Model Pengolahan Informasi

3 03 2012

Model-model pembelajaran pengolahan informasi pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan internal (datang dari dalam diri) manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasi data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya, serta mengembangkan bahasa untuk mengungkapkan.

Beberapa model dalam kelompok ini meberikan kepada siswa sejumlah konsep, sebagian lagi menitikberatkan pada pembentukan konsep dan pengetesan anailisis, dan sebagaian lainnya memusatkan perhatian pada pengembangan kemampuan kreatif. Beberapa model sengaja dirancang untuk memperkuat kemampuan intelektual umum

Yang termasuk kedalam kelompok ini adalah model

  1. Pencapaian Konsep (Concept Attainment)
  2. Berpikir Induktif ( Inductive Thinking)
  3. Latihan Penelitian ( Inquiry Training)
  4. Pemandu Awal (Advance Organizers)
  5. Memorisasi ( Memorization)
  6. Pengembangan Intelek (Developing Intellect), Dan
  7. Penelitian Ilmiah ( Scientific Inquiry) (Udin, 2001: 5)

Dalam hal ini akan dibahas satu model pembelajaran yang termasuk dalam pendekatan pembelajaran pengolahan informasi, yaitu :Pencapaian Konsep (Concept Attainment)





Jadwal UN 2012

3 03 2012

Mari kita bimbing dan bina anak didik kita untuk menghadapi Ujian Nasional 2012, keberhasilan pendidikan kita tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Semoga Ujian Nasional 2012 dapat berlajalan dengan sukses dan lancar… amin

Penyelenggaraan Ujian Nasional 2012 Akan Dilaksanakan Pada :

  1. SMA/SMK/MA                 : 16 s/d 19 April 2012
  2. SMP/MTS/SMPLB           : 23 s/d 26 April 2012
  3. SD/MI/SDLB                    : 7 s/d 9 Mei 2012




Sifat-sifat Periodik Unsur

2 02 2012

Jari-Jari Atom

Adalah jarak antara inti hingga kulit terluar electron. Besar kecilnya jari-jari atom terutama ditentukan oleh dua factor, yaitu jumlah kulit dan muatan inti.

  • Untuk unsure-unsur segolongan, semakin banyak kulit atom, semakin besar jari-jari atom
  • Untuk unsure-unsur seperiode, semakin besar muatan inti, maka semakin kuat gaya tarik inti terhadap electron, sehingga semakin kecil jari-jarinya

Konsep :

  1. Dari atas ke bawah dalam satu golongan, jari-jari atom semakin besar
  2. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, jari-jari atom semakin kecil

 Jari-Jari Ion

Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata (siknifikan) jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya. Ion positif mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion negative mempunyai jari-jari yang lebih besar.

 Energi Ionisasi

Adalah besarnya energy yang diperlukan untuk melepas satu electron dari suatu elektron netral dalam wujud gas sehingga terbentuk ion berwujud gas dengan muatan +1. Besar kecilnya energy ionisasi bergantung pada besar gaya tarik inti terhadap electron kulit terluar, yaitu electron yang akan dilepaskan. Semakin kuat gaya tarik inti, semakin besar energy ionisasi.

  • Dalam satu golongan, dari atas kebawah, jari-jari atom bertambah besar, sehingga gaya tarik inti terhadap electron terluar semakin lemah. Oleh karena itu, energy ionisasi berkurang
  • Dalam satu periode, sebagimana telah dijelaskan ketika membahas jari-jari atom, gaya tarik inti bertambah. Oleh karena itu, energy ionisasi juga bertambah.

Konsep :

  1. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, energy ionisasi semakin kecil
  2. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan energy ionisasi cenderung bertambah.

 Afinitas Elektron

Adalah energy yang menyertai penambahan 1 elektron pada satu atom netral dalam wujud gas membentuk ion bermuatan -1. Afinitas electron juga dinyatakan dalam kJ mol-1

Konsep :

  1. Dalam satu golongan dari atas ke bawah, afinitas electron cenderung berkurang
  2. Dalam satu periode dari kiri ke kanan, afinitas electron cenderung bertambah

 Keelektronegatifan

Adalah suatu bilangan yang menggambarkan kecenderungan relative suatu unsure menarik electron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia.

Konsep :

  1. Dari atas ke bawah dalam satu golongan, keelektronegatifan samakin berkurang
  2. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, keelektronegatifan semakin bertambah

 Sifat Logam dan Nonlogam

Sifat logam akan bergantung pada energy ionisasi. Semakin besar energy ionisasi, semakin  sukar bagi atom untuk melepas electron, dan semakin berkurang sifat logamnya. Sebaliknya, sifat logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan atom menarik electron. Unsur yang terletak pada bagian tengah, yaitu unsure yang terletak di sekitar daerah perbatasan antara Logam dan Nonlogam, mempunyai sifat logam sekaligus sifat nonlogam. Unsur itu disebut unsur Metaloid.

Konsep :

  1. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah
  2. Dari atas kebawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonologam berkurang

 Kereaktifan

Kereaktifan suatu unsure bergantung pada kecenderungan melepas atau menarik electron. Jadi, unsur logam paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali), sedangkan nonologam yang paling reaktif adalah golongan VIIA(halogen). Dari kiri ke kanan dalam satu periode, mila-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga golongan VIIA. Golongan VIIIA tidak reaktif.

 

Latihan :

Ditentukan beberapa unsur dengan konfigurasi electron sebagai berikut :

P : 2                             R : 2, 3                         T : 2, 8

Q : 2, 7                        S : 2, 8, 1

Diantara unsur tersebut, unsure manakah yang :

  1. Mempunyai jari-jari terbesar ?                            4.   Merupakan Logam ?
  2. Mempunyai energy ionisasi terbesar ?             5.   Merupakan nonlogam ?
  3. Mempunyai afinitas electron terbesar ?           6.   Merupakan Metaloid ?




Etimologi Nama Unsur-Unsur Kimia

27 01 2012

Hidrogen, H (Yunani: hydor = air; genes = pembentuk}
Helium, He (Yunani: helios = matahari)
Litium , Li (Yunani: lithos = batu)
Berilium, Be (Latin: beryl = manis)
Boron, B (Arab: buraq = jernih)
Karbon, C (Latin: carbo = batubara)
Nitrogen, N (Yunani: nitron = basa; genes = pembentuk)
Oksigen, O (Yunani: oxys = asam; genes = pembentuk)
Fluor, F (Latin: fluere = mengalir)
Neon, Ne (Yunani: neos = baru)
Natrium, Na (Latin: natri = basa)
Magnesium, Mg (Magnesia, daerah di Yunani)
Aluminium, Al (Latin: alum = pahit)
Silikon, Si (Latin: silex = batu api)
Fosfor, P (Yunani: phosphoros = pembawa cahaya)
Belerang, S (Latin: sulphur = belerang)
Klor, Cl (Yunani: chloros = hijau)
Argon, Ar (Yunani: argos = malas)
Kalium, K (Arab: qali = abu)
Kalsium, Ca (Latin: calx = kapur)

Skandium, Sc (Skandinavia)
Titanium, Ti (Yunani: titan = besar tubuh, raksasa)
Vanadium, V (Vanadis, dewi cinta Skandinavia)
Krom, Cr (Yunani: chroma = warna)
Mangan, Mn (Latin: magnes = bermagnet)
Besi, Fe (Latin: ferrum = besi)
Kobal, Co (Jerman: kobold = ruh jahat)
Nikel, Ni (Jerman: kupfernickel = tembaga palsu)
Tembaga, Cu (Yunani: Kypros = Siprus)
Seng, Zn (Jerman: zink = seng)

Galium, Ga (Latin: Gallia = Perancis)
Germanium, Ge (Latin: Germania = Jerman)
Arsen, As (Arab: az-zirnikh = kuning emas)
Selenium, Se (Yunani: selene = bulan)
Brom, Br (Yunani: bromos = pesing)
Kripton, Kr (Yunani: kryptos = tersembunyi)
Rubidium, Rb (Latin: rubidus = merah)
Strontium, Sr (Strontian, daerah di Skotlandia)
Itrium, Y (Ytterby, daerah di Swedia)
Zirkonium, Zr (Arab: zarqun = kemilau)

Niobium, Nb (Niobe, dewi Yunani)
Molibdenium, Mo (Yunani: molybdos = timbal)
Teknesium, Tc (Yunani: technetos = buatan)
Rutenium, Ru (Latin: Ruthenia = Rusia)
Rodium, Rh (Yunani: rhodos = merah jambu)
Paladium, Pd (Asteroid Pallas)
Perak, Ag (Latin: argentum = perak)
Kadmium, Cd (Kadmos, raja Thebe di Yunani)
Indium, In (Latin: indicum = nila)
Timah, Sn (Latin: stannum = timah)

Antimon, Sb (Yunani: stibi = cincin)
Telurium, Te (Latin: tellus = tanah)
Iodium, I (Yunani: iodes = ungu)
Xenon, Xe (Yunani: xenos = asing)
Sesium, Cs (Latin: caesius = biru)
Barium, Ba (Yunani: baros = berat)
Lantanum, La (Yunani: lanthanein = tercecer)
Serium, Ce (Asteroid Ceres)
Praseodimium, Pr (Yunani: praseos = hijau tua; dymos = kembar)
Neodimium, Nd (Yunani: neos = baru; dymos = kembar)

Prometium, Pm (Prometheos, tokoh mitos Yunani)
Samarium, Sm (Kolonel Samarski, ahli tambang Rusia)
Eropium, Eu (Benua Eropa)
Gadolinium, Gd (Johan Gadolin, 1760-1852, orang Finlandia)
Terbium, Tb (Ytterby, daerah di Swedia)
Disprosium, Dy (Yunani: dysprositos = sukar didapat)
Holmium, Ho (Latin: Holmia = Stockholm)
Erbium, Er (Ytterby, daerah di Swedia)
Tulium, Tm (Yunani: Thule = Swedia)
Iterbium, Yb (Ytterby, daerah di Swedia)

Lutetium, Lu (Latin: Lutetia = Paris)
Hafnium, Hf (Latin: Hafnia = Kopenhagen)
Tantalum, Ta (Tantalus, dewa Yunani)
Wolfram, W (Jerman: wolfram = batu berat)
Renium, Re (Latin: Rhenus = Sungai Rhine)
Osmium, Os (Yunani: osme = bau)
Iridium, Ir (Latin: iris = pelangi)
Platina, Pt (Spanyol: platina = perak kecil)
Emas, Au (Latin: aurora = fajar)
Raksa, Hg (Yunani: hydrargyre = air perak)

Talium, Tl (Yunani: thallos = hijau muda)
Timbal, Pb (Latin: plumbum = timbal)
Bismut, Bi (Arab: bismuth = cerah)
Polonium, Po (Latin: Polonia = Polandia)
Astatin, At (Yunani: astatos = tidak tetap)
Radon, Rn (Latin: radius = sinar)
Fransium, Fr (Perancis)
Radium, Ra (Latin: radius = sinar)
Aktinium, Ac (Yunani: aktis = sinar)
Torium, Th (Thor, dewa Skandinavia)

Protaktinium, Pa (Yunani: pertama menjadi aktinium)
Uranium, U (Planet Uranus)
Neptunium, Np (Planet Neptunus)
Plutonium, Pu (Planet Pluto)
Amerisium, Am (Benua Amerika)
Kurium, Cm (Marie Sklodowska Curie, 1867-1934)
Berkelium, Bk (Berkeley di Amerika Serikat)
Kalifornium, Cf (California di Amerika Serikat)
Einsteinium, Es (Albert Einstein, 1879-1955)
Fermium, Fm (Enrico Fermi, 1901-1954)

Mendelevium, Md (Dmitri Ivanovich Mendeleyef, 1834-1907)
Nobelium, No (Alfred Bernhard Nobel, 1833-1896)
Lawrensium, Lr (Ernest Orlando Lawrence, 1901-1958)
Ruterfordium, Rf (Ernest Rutherford, 1871-1937)
Dubnium, Db (Dubna di Rusia)
Seaborgium, Sg (Glenn Theodore Seaborg, 1912-1999)
Bohrium, Bh (Niels Henry David Bohr, 1885-1962)
Hassium, Hs (Hasse di Jerman)
Meitnerium, Mt (Lise Meitner, 1878-1968)
Darmstadtium, Ds (Darmstadt di Jerman)

Rontgenium, Rg (Wilhelm Konrad Rontgen, 1845-1923)





Stoikiometri, Ar dan Mr

7 01 2012

STOIKIOMETRI adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif dari komposisi zat-zat kimia dan reaksi-reaksinya.

1. HUKUM KEKEKALAN MASSA = HUKUM LAVOISIER
“Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap”.
Contoh:
hidrogen + oksigen ® hidrogen oksida
(4g) (32g) (36g)
2. HUKUM PERBANDINGAN TETAP = HUKUM PROUST
“Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap”

Contoh:

a. Pada senyawa NH3 : massa N : massa H
= 1 Ar . N : 3 Ar . H
= 1 (14) : 3 (1) = 14 : 3
b. Pada senyawa SO3 : massa S : massa 0
= 1 Ar . S : 3 Ar . O
= 1 (32) : 3 (16) = 32 : 48 = 2 : 3

Keuntungan dari hukum Proust:
bila diketahui massa suatu senyawa atau massa salah satu unsur yang membentuk senyawa tersebut make massa unsur lainnya dapat diketahui.

Contoh:
Berapa kadar C dalam 50 gram CaCO3 ? (Ar: C = 12; 0 = 16; Ca=40)
Massa C = (Ar C / Mr CaCO3) x massa CaCO3
= 12/100 x 50 gram = 6 gram
massa C
Kadar C = massa C / massa CaCO3 x 100%
= 6/50 x 100 % = 12%

3. HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA = HUKUM DALTON
“Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau lebih senyawa untuk massa salah satu unsur yang sama banyaknya maka perbandingan massa unsur kedua akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana”.

Contoh:

Bila unsur Nitrogen den oksigen disenyawakan dapat terbentuk,
NO dimana massa N : 0 = 14 : 16 = 7 : 8
NO2 dimana massa N : 0 = 14 : 32 = 7 : 16
Untuk massa Nitrogen yang same banyaknya maka perbandingan massa Oksigen pada senyawa NO : NO2 = 8 :16 = 1 : 2

4. HUKUM-HUKUM GAS
Untuk gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT

dimana:
P = tekanan gas (atmosfir)
V = volume gas (liter)
n = mol gas
R = tetapan gas universal = 0.082 lt.atm/mol Kelvin
T = suhu mutlak (Kelvin)

Perubahan-perubahan dari P, V dan T dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisi-kondisi tertentu dicerminkan dengan hukum-hukum berikut:

A. HUKUM BOYLE
Hukum ini diturunkan dari persamaan keadaan gas ideal dengan
n1 = n2 dan T1 = T2 ; sehingga diperoleh : P1 V1 = P2 V2

Contoh:
Berapa tekanan dari 0 5 mol O2 dengan volume 10 liter jika pada temperatur tersebut 0.5 mol NH3 mempunyai volume 5 liter den tekanan 2 atmosfir ?

Jawab:
P1 V1 = P2 V2
2.5 = P2 . 10 ® P2 = 1 atmosfir

B. HUKUM GAY-LUSSAC
“Volume gas-gas yang bereaksi den volume gas-gas hasil reaksi bile diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat den sederhana”.

Jadi untuk: P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku : V1 / V2 = n1 / n2

Contoh:
Hitunglah massa dari 10 liter gas nitrogen (N2) jika pada kondisi tersebut 1 liter gas hidrogen (H2) massanya 0.1 g.
Diketahui: Ar untuk H = 1 dan N = 14

Jawab:
V1/V2 = n1/n2 ® 10/1 = (x/28) / (0.1/2) ® x = 14 gram
Jadi massa gas nitrogen = 14 gram.

C. HUKUM BOYLE-GAY LUSSAC
Hukum ini merupakan perluasan hukum terdahulu den diturukan dengan keadaan harga n = n2 sehingga diperoleh persamaan:
P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
D. HUKUM AVOGADRO
“Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah mol yang sama. Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP (0o C 1 atm) 1 mol setiap gas volumenya 22.4 liter volume ini disebut sebagai volume molar gas.

Contoh:
Berapa volume 8.5 gram amoniak (NH3) pada suhu 27o C dan tekanan 1 atm ?
(Ar: H = 1 ; N = 14)

Jawab:
85 g amoniak = 17 mol = 0.5 mol

Volume amoniak (STP) = 0.5 x 22.4 = 11.2 liter

Berdasarkan persamaan Boyle-Gay Lussac:

P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
1 x 112.1 / 273 = 1 x V2 / (273 + 27) ® V2 = 12.31 liter

Massa Atom Dan Massa Rumus

Massa Atom Relatif (Ar)
merupakan perbandingan antara massa 1 atom dengan 1/12 massa 1 atom karbon 12
2. Massa Molekul Relatif (Mr)
merupakan perbandingan antara massa 1 molekul senyawa dengan 1/12 massa 1 atom karbon 12.
Massa molekul relatif (Mr) suatu senyawa merupakan penjumlahan dari massa atom unsur-unsur penyusunnya.

Contoh:
Jika Ar untuk X = 10 dan Y = 50 berapakah Mr senyawa X2Y4 ?

Jawab:
Mr X2Y4 = 2 x Ar . X + 4 x Ar . Y = (2 x 10) + (4 x 50) = 220

Konsep Mol
1 mol adalah satuan bilangan kimia yang jumlah atom-atomnya atau molekul-molekulnya sebesar bilangan Avogadro dan massanya = Mr senyawa itu.

Jika bilangan Avogadro = L maka :

L = 6.023 x 1023

1 mol atom = L buah atom, massanya = Ar atom tersebut.
1 mol molekul = L buah molekul massanya = Mr molekul tersehut.
Massa 1 mol zat disebut sebagai massa molar zat

Contoh:

Berapa molekul yang terdapat dalam 20 gram NaOH ?

Jawab:
Mr NaOH = 23 + 16 + 1 = 40
mol NaOH = massa / Mr = 20 / 40 = 0.5 mol
Banyaknya molekul NaOH = 0.5 L = 0.5 x 6.023 x 1023 = 3.01 x 1023 molekul.





Penyelengaraan UN 2012 Tidak Banyak Berubah

6 01 2012

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sistem penyelenggaraan Ujian Nasional 2012 tidak akan banyak mengalami perubahan dibanding 2011. Namun, penyelenggara berkomitmen untuk meningkatkan kredibilitas pelaksanaannya. “Komitmen pada penyelenggaraan kali ini adalah melaksanakan ujian nasional (UN) dengan baik atau kredibel,” kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi saat Sosialisasi Penyelenggaraan UN di Yogyakarta, Rabu (28/12).

Menurut dia, salah satu perbedaan dalam penyelenggaraan UN 2012 dibanding UN tahun sebelumnya adalah pada aspek penggandaan soal untuk UN tingkat SMP dan SMA yang kini dilakukan penyelenggara tingkat pusat bersama daerah. Dengan demikian, lanjut dia, rencananya akan dipilih daerah yang menjadi pusat penggandaan soal baru kemudian soal didistribusikan ke masing-masing sekolah.

“Tetapi, region yang menjadi tempat pelaksanaan penggandaan soal belum dipilih. Masih perlu ada koordinasi lebih lanjut, termasuk bagaimana nanti distribusi soalnya,” katanya.

Soal akan tetap dicetak dalam lima versi untuk menghindari adanya kecurangan saat UN atau masih sama seperti pelaksanaan tahun sebelumnya. “Meskipun dibuat dalam lima versi, tetapi kelimanya memiliki tingkat kesulitan yang setara. Yang pasti, kelima seri soal tersebut tidak hanya dicetak dengan membolak-balik nomornya, tetapi memang benar-benar soalnya berbeda satu sama lain,” katanya.

Untuk kriteria nilai menentukan kelulusan seorang siswa dari satuan pendidikan SMP dan SMA atau sederajat adalah berdasarkan perhitungan nilai ujian nasional dan nilai sekolah yang kemudian disebut nilai akhir. Nilai akhir dihitung dengan rumus 0,6 nilai UN ditambah 0,4 nilai sekolah. Siswa dinyatakan lulus apabila rata-rata nilai akhir paling rendah adalah 5,5 dengan nilai akhir mata pelajaran paling rendah 4,0.

“Untuk kriteria kelulusan SD langsung ditetapkan oleh sekolah yang bersangkutan melalui rapat dewan guru,” katanya.

Menurut dia, UN untuk tingkat SMA/MA rencananya akan dilaksanakan pada 16-19 April 2012 dengan ujian susulan pada 23-26 April 2012. Sedang SMA LB dilakukan pada 16-18 April dengan ujian susulan 23-25 April. Di tingkat SMP/MTs, UN akan dilaksanakan 23-26 April 2012 dengan UN susulan 30 April hingga 4 Mei. Sedangkan UN tingkat SD/MA akan dilakukan 7-9 Mei dengan ujian susulan pada 14-16 Mei.

Pengumuman kelulusan untuk tingkat SMA/MA akan dilakukan pada 26 Mei 2012, tingkat SMP/MTs 2 Juni 2012 dan tingkat SD 4 Juni.

Saat ini, hasil UN di tingkat SMA/MA belum dapat digunakan sebagai bekal masuk perguruan tinggi. “Ada universitas yang sudah menggunakan hasil UN sebagai ujian masuk mandiri yaitu Universitas Negeri Padang (UNP),” katanya.

Sejumlah perguruan tinggi yang sudah berencana memasukkan nilai UN sebagai salah satu bobot nilai masuk di antaranya adalah ITB, Unesa dan Universitas Negeri Medan. “Tetapi, itu belum terlaksana,” katanya.(Ant/BEY)





Radioaktif Ditemukan pada Susu Formula Jepang

3 01 2012

 

TOKYO, KOMPAS.com – Radioaktif sesium ditemukan dalam susu formula bayi di Jepang menyusul krisis nuklir di PLTN Daiichi  Fukushima, kata produsen produk itu seperti diberitakan CNN, Rabu (7/12/2011).

Meiji Co, produsen susu formula itu, Selasa, mengatakan, pihaknya telah menemukan sesium 134 dan sesium 137 dalam sampel susu bubuk Step Milk bertanggal kedaluwarsa Oktober 2012, tetapi levelnya tidak berbahaya bagi kesehatan bayi. Susu formula itu mengandung 31 becquerel sesium per kilogram, jauh di bawah ambang batas yang diijinkan yaitu 200 becquerels per kilogram seusai ketentuan pemerintah, kata Meiji Co. Becquerel merupakan satuan pengukuran intensitas radioaktif.

Seorang juru bicara Meiji Co mengatakan, perusahaan tersebut tetap akan menawarkan penggantian cuma-cuma 400.000 kaleng produk “demi meringankan kegelisahan pelanggan kami”.

Bahan susu bubuk  bayi itu mungkin telah terkontaminasi udara radioaktif sesium ketika sedang dikeringkan di sebuah pabrik di Kasukabe, sekitar 40 kilometer di utara Tokyo, antara tanggal 14 hinga 20 Maret lalu, kata perusahaan itu. Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda pantai timur laut Jepang pada 11 Maret tahun ini telah merusak reaktor nuklir di PLTN  Daiichi Fukushima dan mengakibatkan kebocoran radiasi.

Meiji Co menguasai sekitar 40 persen penjualan susu formula bayi di Jepang. Perusahaan itu juga mengekspor Susu formula Step Milk ke Vietnam dengan nama berbeda. Perusahaan itu mengatakan, pihaknya memeriksa produknya sebelum melakukan pengiriman.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.